Rabu, 21 Maret 2012

10 KARAKTER MUSLIM / MUSLIMAH SEJATI

10 Karakter Muslim/Muslimah Sejati. Karakter ini merupakan pilar pertama terbentuknya masyarakat islam maupun tertegaknya sistem islam dimuka bumi serta menjadi tiang penyangga peradaban dunia. Kesepuluh karakter itu adalah : Salimul Aqidah, Bersih Akidahnya dari sesuatu hal yang mendekatkan dan menjerumuskan dirinya dari lubang syirik. Shahihul Ibadah, Benar Ibadahnya menurut AlQur'an dan Assunnah serta terjauh dari segala Bid'ah yang dapat menyesatkannya. Matinul Khuluq, Mulia Akhlaknya sehingga dapat menunjukkan sebuah kepribadian yang menawan dan dapat meyakinkan kepada semua orang bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan Lil Alamin). Qowiyul Jismi, Kuat Fisiknya sehingga dapat mengatur segala kepentingan bagi jasmaninya yang merupakan amanah/titipan dari Alloh SWT. Mutsaqoful Fikri, Luas wawasan berfikirnya sehingga dia mampu menangkap berbagai informasi serta perkembangan yang terjadi disekitarnya. Qodirun 'alal Kasbi, Mampu berusaha sehingga menjadikannya seorang yang berjiwa mandiri dan tidak mau bergantung kepada orang lain dalam memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Mujahidun linafsihi, Bersungguh sungguh dalam jiwanya sehingga menjadikannya seseorang yang dapat memaksimalkan setiap kesempatan ataupun kejadian sehingga berdampak baik pada dirinya ataupun orang lain. Haritsun 'ala waqtihi, Efisien dalam memanfaatkan waktunya sehingga menjadikannya sebagai seorang yang pantang menyiakan waktu untuk melakukan kebaikan, walau sedetikpun. karena waktu yang kita gunakan selama hidup ini akan dipertanggungjawabkan dihadapan Alloh SWT. Munazhom Fii Su'unihi, Tertata dalam urusannya sehingga menjadikan kehidupannya teratur dalam segala hal yang menjadi tanggung jawab dan amanahnya. Dapat menyelesaikan semua masalahnya dengan baik dengan cara yang baik. Naafi'un Li Ghairihi, Bermanfaat bagi orang lain, sehingga menjadikannya seseorang yang bermanfaat dan dibutuhkan. Keberadaannya akan menjadi sebuah kebahagiaan bagi orang lain dan Ketiadaannya akan menjadikan kerinduan pada orang lain. Mudah-mudahan dengan kesepuluh karakter yang dikemukakan diatas menjadikan kita termotivasi untuk dapat merealisasikannya dalam diri kita.Amin.

PENYEJUK JIWA - PENYUBUR IMAN

YA ALL0H... Aku tak sanggup mencintai-MU dg kesabaran menanggung derita umpama Nabi ayub, Musa, Isa hingga Al Musthofa. Karena itu izinkan aku MencintaiMU melalui keluh kesah pengaduanku pada-MU, atas derita batin dan jasadku, atas sakit dan ketakutanku. YA R0BBI.. Aku tak sanggup mencintaiMU seperti Abu Bakar, yg menyedeqahkan seluruh hartanya. Atau layaknya Umar yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan DienMU. Izinkan aku mencintaiMU melalui 100, 200 perak yg terulur pada tangan tangan kecil di perempatan jalan, pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok jembatan, pada makanan sederhana yg terkirim ke handai taulan. YA ILLAHI.. Aku tak sanggup mencintaiMU dg khusu'nya sholat salah seorang sahabat nabi-MU karena itu perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMU, dalam sholat yg ku coba ku dirikan terbata-bata, meski ingatan kadang melayang ke permasalahan dunia. Aku tak dapat beribadah ala sufi dan rahib, yg membaktikan seluruh malam untuk bercinta dengan-MU. Maka izinkanlah aku untuk mencintaiMU dalam 1, 2 rokaat lailku. Dalam 1, 2 sunnah nafilah-MU. Dalam desah nafas kepasrahan tidurku. YA R0HMAN... Aku tak sanggup mencintaiMU bagai para Al-Hafidz, yg menuntaskan Kalam-MU dalam 1 putaran malam. Perkenankanlah aku mencintaiMU melalui selembar, dua lembar tilawah harianku. Lewat lantunan seayat, dua ayat hafalanku. YA R0HIM... Aku tak sanggup mencintaiMU di atas segalanya, bagai Ibrohim AS yg rela tinggalkan putra dan zaujahnya dan patuh mengorbankan pemuda bijimatanya. Maka izinkanlah aku mencintaiMU di dalam segalanya. Izinkanlah aku mencintaiMU dengan mencintai keluargaku, sahabatku dan alam semesta. Allohu Rohmanurrohim.. Perkenankanlah aku mencintaimu semampuku, sebisaku.. "SEM0GA BERMANFA'AT"

PAHALA DAN RAHMAT ALLAH SWT

PAHALA DAN RAHMAT Amal dan pahala yg kita lakukan di dunia bisa diibaratkan point atau score yg harus kita capai utk mendapatkan tiket ke surga. Seperti halnya Ujian Masuk Perguruan Tinggi. Kita harus mencapai score tertentu utk lulus di dlmnya. Namun perlu utk kita cermati dan tafakkuri bahwa, sebenarnya standarisasi point yg Allah tetapkan utk layak mendapatkan surga, sangat terlalu jauh dibawah standar rata2 semestinya. Klw bukan karena "Katrol" (Rahmat) Allah kpd hambaNya, maka pahala kita tdk bisa mencapai score itu. Maksudnya bahwa, surga itu sungguh sangat terlalu mahal bila dibandingkan dgn amal dan pahala yg kita lakukan. Sebagai bagian dari Rahmat Allah jg, Dia menetapkan "al-hasanatu bi 'asyri amtsaliha", 1 kebaikan diberi ganjaran 10 pahala, bahkan 100, bahkan tdk terkira dan terbatas. Sebaliknya, 1 kejahatan hanya dicatat 1 dosa, dan Allah memberikan ampunan 24 jam non stop bagi hambaNya yg bertaubat. Ulama berkata: Amal ibadah yg kita kerjakan di dunia ini, utk membalas nikmat dan karunia yg telah Allah berikan di dunia saja tdk cukup. Utk membalas nikmat dan karunia Allah di dunia saja, amal kita tdk sanggup, bagaimana kita berani mengatakan bahwa "Amal Saya yg Memasukkan Saya ke Surga?" coba baca dialog di bawah ini; Soldi: Enak ya Cok jd orang Islam. Dlm hadits disebutkan: barangsiapa mengucapkan LA ILAHA ILLAH, bisa masuk surga. Ada lg hadits: Barangsiapa yg di hatinya ada iman wlw sebesar atom, akan dimasukkan ke surga. Ucok: Wlwpun dia tdk mempunyai kebaikan sama sekali? Soldi: Ya, wlwpun dia tdk mempunyai catatan kebaikan. Ucok: Tp kan masuk neraka dulu Di. Soldi: Wajarlah Cok, namanya orang jahat ya masuk neraka. Sama kyk pelaku kriminal di dunia, dimasukkan ke penjara. Itu namanya keadilan. Dan Allah pun Maha Adil dgn memasukkan hamba2Nya yg zhalim ke neraka. Yg gak wajar itu Cok, setelah hukuman di nerakanya selesai, ia dimasukkan ke surga, klw selama di dunia dia Islam dan dihatinya ada iman wlw sebesar atom. Atas dasar apa dia layak masuk surga? Padahal dia tdk punya kebaikan apa2. Ucok: Kan udah dibakar di neraka Di. Soldi: Setiap sesuatu ada balasannya Cok. Banyak bermaksiat di dunia masuk neraka. Banyak beramal shaleh, masuk surga. Sekarang ini kasusnya, banyak dosa, tak punya pahala. Krn banyak dosa dia masuk neraka, cocok. Namun setelah keluar dari neraka sebenarnya dia tdk layak utk masuk surga, krn tdk punya amal kebaikan. Ucok: Iya jg ya Di, betul jg yg kw bilang. Kyk orang jahat yg masuk penjara tadi, masak setelah keluar dari penjara dia dapat istana? Klw kyk gitu, bakal ramailah orang berbuat jahat. Kan gak lucu Di..hi..hi..hi.. Soldi: Itulah yg dinamakan Rahmat Allah dlm hadits di atas :) Sebenarnya ada banyak contoh dlm hadits ttg ke-Rahmatan Allah dlm memasukkan hambanya ke surga. Sbb itu Ali bin Abi Thalib bilang: Klw aku di suruh milih, apakah urusan hisabku di akhirat kelak diserahkan ke orangtuaku atau kpd Allah, maka aku akan memilih menyerahkannya kepd Allah, karena Allah ar-Ham ar-Rahimin, Maha sangat Penyayang, sayangNya kpd hambaNya jauh melebihi sayang seorang Ibu kpd anaknya Dlm hal amal, Umar bin Khatab mengatakan: Klw semua penduduk dunia masuk surga, hanya 1 orang saja yg masuk neraka, maka aku khawatir bahwa yg satu itu adalah aku. Krn mmng amal kita terlalu kerdil dan maksiat kita terlalu banyak, hanya rahmat Allah sajalah yg dpt menyelamatkan kita Namun Allah tetap berfirman: "Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami" [QS. Al-A'raf: 156] Dari sebagian Rahmat Allah jg bahwa Dia mengizinkan Rasulullah Saw utk memberikan syafaat, bgitu jg dgn Puasa dan al-Qur'an, sbgai perpanjangan "Katrol" score/point dariNya. Dan itu sdh merupakan janji Allah, dan Allah tdk akan mengingkari janjiNya